Beberapa Keajaiban di Tata Surya Kita


Beberapa Keajaiban di Tata Surya Kita

Beberapa Keajaiban di Tata Surya Kita | Kali ini saya akan membagikan beberapa keajaiban di tata surya kita yang merupakan sebuah keajaiban yang diciptakan oleh tuhan untuk kita pelajari bersama. Beikut beberapa keajaiban-keajaiban yang terjadi di Tata Surya :

1. Cincin Saturnus

Cincin Saturnus

Saat Anda meluncur di troposfer Saturnus, Anda akan berada di bawah struktur cincin yang paling megah di tata surya. Ini sungguh merupakan emandangan indah yang sangat langka.

Cincin Es berwarna putih akan terlihat melambung 75.000 kilometer di atas kepala Anda. Kilau cincin akan menerangi segala sesuatu di sekitar Anda, selain itu juga akan terlihat tidak kurang dari enam bulan sabit di langit Saturnus akan menghiasi langit.

Cahaya dari matahari terbenam mencerai-beraikan kabut kristal amonia, membentuk SunDog yang indah. Anda akan diterpa arus awan amonia yang berkecepatan lebih dari 1.500 kilometer per jam. Ini adalah salah satu angin tercepat di tata surya.
Foto Sinar matahari yang terhalang oleh planet Saturnus © 2014

Lebih dari 30.000 kilometer di bawah Anda, dengan tekanan yang membuat manusia tidak mungkin bisa bertahan hidup, adalah samudra global dari hidrogen metalik cair. Tidak ada tempat mendarat di planet ini.
2. Jupiter Red Spot

Jupiter Red Spot

Dari ukurannya saja, anticyclone terbesar di tata surya ini sulit untuk dipahami pelancong. Dari sudut pandang ini, hanya sebagian kecil dari Spot Merah Besar Jupiter (kiri) dapat dilihat.

Dengan tinggi sedikitnya delapan kilometer di atas awan dibawahnya. Petir yang bisa menghancurleburkan kota berderak menggelegar ke dalam awan rendah.

Angin di tepi luar dari pusaran anticyclone berkecepatan lebih dari 400 kilometer per jam. Badai berputar berlawanan setiap tujuh hari sekali.

Turbulensi yang diciptakan oleh mega badai ini sangat brutal, suaranya memekakkan telinga. Setidaknya dua planet ukuran Bumi bisa muat di dalam badai mengerikan ini, yang telah berputar di belahan selatan Jupiter untuk setidaknya 400 tahun. Tidak ada tanda bahwa badai ini akan berhenti.
3. Valles Marineris, Mars

Valles Marineris, Mars

Grand Canyon Arizona tidak ada apa-apanya dibandingkan kemegahan salah satu keajaiban alam di tata surya yang diberi nama Lembah Mariner ini.

Dengan kedalaman lembah empat mil dan begitu sangat lebar hingga di beberapa tempat Anda harus melakukan peregangan untuk melihat sisi yang lain, retak tektonik raksasa ini sepanjang New York sampai California atau seperempat keliling planet tersebut.

Sehingga jika matahari terbit pada salah satu ujungnya terjadi, maka maka enam jam kemudian barulah matahari terbit di ujung lainnya. Air pernah mengalir melalui segmen besar luas ini.

Dalam gambar ini wisatawan bisa memandang kabut dingin yang memenuhi lembah sementara matahari terbenam di tepi utara.
4. Geyser Enceladus

4. Geyser Enceladus

Anda akan merasakannya sebelum Anda melihatnya: sebuah gemuruh menyenangkan, bergema jauh di dalam dada dan naik dari kaki Anda. Tidak ada suara di sini. Dan kemudian letusan datang: dua semburan es besar meledak melalui permukaan Enceladus, memuntahkan kristal es ke luar angkasa lebih dari 1.000 mil per jam.

Kedahsyatan yang hening ini diterangi oleh matahari jauh kita. Dengan hanya 1/16 gravitasi bulan kita, Enceladus tidak akan menjadi dunia yang mudah untuk diinjak, pejalan kaki mungkin perlu tali pada jet dan berhati-hati untuk menghindari lembah yang menyemburkan geyser yang kuat.
5. Geyser Triton

Geyser Triton

Pengunjung bulan terbesar dari planet Neptunus, Triton, akan melihat takjub array cryogeysers yang mungkin terdiri dari nitrogen beku dan senyawa organik gelap.

Suara Geyser yang tampak berasap ini bisa terdengar dari jauh hingga beberapa kilometer saat menyembur lebih dari 8.000 meter ke dalam atmosfer tipis sebelum puncak semburan tersapu oleh angin yang berlalu. Metana dan nitrogen es menutupi permukaan yang bersuhu hampir -200 derajat Celcius ini.
6. Puncak Cahaya Abadi

Puncak Cahaya Abadi

Tidak jauh dari bumi, di bulan kita sendiri, ada sesuatu yang unik. Ditemukan pada tahun 1994 pada kawah Peary dekat kutub utara, yang disebut puncak cahaya abadi adalah daerah yang dikenal di tata surya di mana matahari tidak pernah terbenam.

Daerah-daerah seperti ini lainnya mungkin ada di Merkurius tetapi belum pernah terlihat. Kondisi yang tidak biasa ini muncul karena sumbu rotasi bulan adalah hampir tidak miring relatif terhadap bidangnya dan orbit bumi mengelilingi matahari.

Selain bisa dijadikan obyek wisata, situs ini mungkin suatu hari menjadi pangkalan manusia di bulan pertama. Suhu di daerah tersebut berfluktuasi relatif kecil, mungkin sekitar 20 derajat, menjadikannya tempat yang ideal untuk tinggal. Kemungkinan adanya air es di sini adalah sebuah bonus tambahan.
7. Kawah Herschel di Mimas

Kawah Herschel di Mimas

Petualang yang mendaki puncak di pusat kawah Herschel di Mimas, salah satu satelit Saturnus akan menemukan diri mereka lebih dari 6.000 meter di atas lantai jurang itu.

Dikelilingi oleh dinding kawah, yang berdiri anggun hampir 5.000 meter, dan dengan pemandangan planet Saturnus di latar belakang, wisatawan mungkin bertanya tanya, bagaimana Mimas bisa selamat dari tabrakan meteor yang membentuk depresi selebar 139-kilometer, yang merupakan hampir sepertiga dari diameter mimas.
8. Sunrise di Merkurius

Sunrise di Merkurius

Matahari terbit dan terbenam di Merkurius menjadi tontonan yang menarik untuk dilihat. Matahari akan terlihat sekitar Dua dan satu setengah kali lebih besar daripada yang terlihat di bumi, matahari akan terbit dan tenggelam dua kali selama satu hari Mercurian.

Matahari terbit, lalu membuat busur di langit, kemudian berhenti, bergerak kembali ke arah cakrawala dimana dia terbit, berhenti lagi, dan akhirnya mulai lagi perjalanannya menuju cakrawala tempat dia terbenam. Manuver matahari ini terjadi karena Merkurius berputar tiga kali untuk setiap dua kali mengelilingi matahari dan karena orbit Merkurius sangat elips.

Beberapa Keajaiban di Tata Surya Kita


RECENT POST :

0 Response to "Beberapa Keajaiban di Tata Surya Kita"

Poskan Komentar