Di Indonesia anak-anak tidak diajarkan tentang literasi keuangan sejak dini. Ditengah tumbuhnya fintech di dunia digital yang juga menawarkan pinjaman cepat, sayangnya tidak diimbangi dengan edukasi keuangan yang cukup.

Terbukti pada akhirnya tidak sedikit yang terjebak dalam utang karena tidak bijak dan tidak bisa mengatur keuangan dengan baik dan hanya bergantung pada utang.

Oleh karena itu, sudah saatnya anak muda melek finansial. Termasuk mempersiapkan masa depan dengan cara berinvestasi sejak dini. Sebenarnya investasi adalah sebuah tantangan bagi siapapun karena tidak banyak yang bisa mengelola dananya untuk investasi. Sebagai gambaran bagi pemula, berikut adalah hal yang dapat dilakukan dengan mulai berinvestasi di usia 20 tahunan.

  1. Pahami berbagai macam investasi

Memahami dunia investasi sebetulnya mudah. Beberapa pakar keuangan menyebutkan setidaknya ada dua instrumen investasi yang paling menguntungkan yaitu investasi saham dan obligasi atau surat utang.

Kedua instrumen investasi tersebut merupakan alat yang paling mudah untuk dipelajari dan bisa dimulai dengan modal yang terjangkau. Sebagai contoh investasi saham. Saat ini banyak perusahaan sekuritas yang menawarkan kemudahan investasi saham dengan dana mulai dari Rp100 ribu saja. Sedangkan obligasi menjanjikan keuntungan yang lebih tinggi dari deposito hingga 18% per tahun.

  1. Mulai dari yang risiko rendah untuk jangka panjang

Sebenarnya ada beberapa instrumen investasi yang juga dianggap risikonya lebih rendah tetapi kenaikannya tidak terlalu signifikan dan cocok untuk jangka panjang. Orang awam masih banyak yang berinvestasi melalui emas batangan. Risikonya rendah, sangat likuid dan juga tanah terhadap inflasi. Hanya saja, keuntungannya mungkin tidak bisa sebesar saham dan obligasi tetapi relatif lebih rendah risikonya.

  1. Jangan lupa proteksi

Selain melek finansial soal investasi, jangan lupa juga mulai memikirkan proteksi. Saat ini banyak sekali perusahan asuransi yang menawarkan produk mikro. Mulai dari asuransi jiwa berjangka dengan premi Rp300 ribuan per tahun hingga asuransi kesehatan dengan premi mulai dari Rp100 ribuan per bulan.

Masing-masing produk tentu saja menawarkan manfaat yang berbeda-beda, tetapi setidaknya jika terjadi risiko yang tidak diinginkan, dengan adanya proteksi atau asuransi, kerugian finansial bisa dikurangi atau bahkan benar-benar terlindungi seluruhnya.

  1. Terus belajar cara mengelola uang

Semakin berkembangkan teknologi, semakin berkembang juga dunia finansial. Ada beberapa orang yang bisa mengendalikan uang tapi impulsif saat menggunakan uang digital. Sebab itulah, pahami prinsip-prinsip dasar pengelolaan keuangan sehingga tetap bisa digunakan dalam bidang yang berbeda karena pada dasarnya konsep pengelolaannya tidak jauh berbeda.

  1. Pelajari cara meningkatkan investasi dengan cara lainnya

Selain beberapa instrumen investasi yang sudah disebutkan, ada beberapa instrumen investasi lainya seperti investasi dalam bidang properti. Logikanya cukup sederhana, lahan makin terbatas tetapi permintaan rumah tinggal makin meningkat. Itulah alasan mengapa properti menjadi salah satu cara untuk mempercepat meningkatkan investasi dan aset. Namun, bukan berarti tanpa risiko, inilah yang perlu dipelajari agar bisa meminimalisasi risiko yang akan dihadapi.

  1. Mempersiapkan Dana Darurat

Jika dipahami, dana darurat adalah dana mengendap yang sewaktu-waktu dapat digunakan. Misalnya ketika terkena PHK sehingga tidak ada pemasukan sama sekali atau ketika sakit dan hanya punya proteksi kesehatan. Dalam kondisi seperti itulah dana darurat berperan.

Dana darurat yang harus dipersiapkan dihitung berdasarkan kebutuhan dasar pribadi atau tiap keluarga. Angkanya tentu berbeda-beda sesuai dengan standar kehidupannya. Paling tidak, dana darurat yang dibutuhkan dapat mengcover 6-12 bulan ke depan.

Jika tidak punya dana darurat sama sekali, boleh saja sih mengandalkan dari perusahaan pinjaman cepat. Namun, proporsinya pun harus disesuaikan dengan bijak maksimal sepertiga dari pendapatan bulanan.

Sebagai contoh, jika pendapatan bulanan dijumlahkan setahun sebesar Rp120 juta, artinya batas dana yang bisa diajukan untuk dana darurat maksimal hanya Rp36 juta.

Kredivo memberikan kredit limit kepada nasabah sampai dengan Rp30 juta. Namun, tentu saja ada analisa khusus yang dilakukan Kredivo untuk memberikan limit sebesar itu kepada membernya. Biasanya dinilai dari kredit skor, termasuk komitmen dalam membayar utang bulanan ke lembaga keuangan atau bank.

Pinjaman dari Kredivo bisa digunakan untuk dana darurat pada saat sakit ataupun memenuhi kebutuhan lain seperti dana pendidikan atau dana renovasi rumah.

Tidak perlu khawatir bertransaksi lewat Kredivo. Kredivo sudah terdaftar secara resmi dan diawasi langsung oleh OJK. Sistem transaksi onlineya pun dilengkapi dengan fitur OTP sehingga lebih aman.

Kredivo juga punya dua produk pinjaman yaitu pinjaman mini dan pinjaman jumbo yang dikhususkan bagi member premium. Untuk bisa menjadi member premium Kredivo, penuhi dulu beberapa persyaratan berikut:

  1. Berstatus Warga Negara Indonesia (WNI).
  2. Berusia antara 18 sampai 60 tahun.
  3. Berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, Palembang, Medan, Bali, Yogyakarta, Solo, Makassar, Malang, Sukabumi, Cirebon.
  4. Berpenghasilan minimal Rp 3.000.000 per bulan.

Proses persetujuan bisa dilakukan hanya lewat aplikasi saja kok. Untuk itu, download dulu aplikasi Kredivo di Google Play Store maupun App Store. Bunga Kredivo cukup kompetitif yaitu 2,95% per bulan dengan pilihan tenor yang fleksibel mulai dari 30 hari, 3 bulan dan 6 bulan.

Dengan kemudahan tersebut, bukan berarti kita tidak mempersiapkan dana darurat dari tabungan sendiri. Mulailah menyisihkan setidaknya 5-10% dari pendapatan bulanan untuk alokasi dana darurat.