Inilah Resiko Investasi Reksa Dana dan Bagaimana Cara Mengatasinya

  • 2 min read
  • May 30, 2020
Investasi Reksa Dana

Sebelum memulai, kamu sarankan Kamu pahami risiko dari Reksa dana. Selain keuntungan investasi Reksa dana, kamu perlu tahu apa kelemahannya dan bagaimana cara mengelola resiko tersebut. Sangat jelas Reksa dana merupakan salah satu investasi termudah dan terbaik.

Akan tetapi, kamu tahu investasi pasti punya resiko. Karena itu, kamu pikir perlu membahas keuntungan dan kerugian Reksa dana bagi investor. Tidak hanya mengulas keuntungan Reksa dana per bulan, akan tetapi bagaimana perhitungan keuntungan Reksa dana, namun juga mengingatkan pembaca soal resiko dan kelemahannya. Potensi  dan Resiko kerugian yang perlu dimengerti dan disadari secara jelas sejak awal.

Resiko adalah sesuatu yang melekat dalam investasi. Tidak mungkin investasi tanpa resiko. Tujuan agar mengetahui resiko tersebut bukan untuk menakut-nakuti, menimbulkan rasa khawatir, namun bagaimana kamu bisa mengelolanya agar hasil investasi optimal. Dengan paham resiko tersebut, Kamu bisa pula membandingkan dengan kelebihan dan kekurangan emas atau instrumen lainnya.

Resiko Investasi Reksa Dana

Tugas investor merupakan memahami apa resiko investasi Reksa dana dan bagaimana mengelolanya supaya dampak negatif bisa diminimalkan.

  • Return Reksa dana Tidak Pasti

Sekarang ini banyak sekali  yang menganggap Reksa dana itu sama dengan Tabungan atau Deposito. Itu pemahaman yang salah. 100 persen salah karena kedua instrumen ini sangat berbeda. Resiko Reksa dana lebih tinggi. Keuntungannya tidak pasti. Return Reksa dana tidak pasti. Bisa untung, bisa rugi.

Untuk menghadapi ketidakpastian ini, pemodal yang ingin membeli Reksa dana bisa melakukan hal sebagai berikut:

  1. Memilih Reksa dana yang tepat karena terdapat berbagai jenis Reksa dana yang mempunyai tingkat resiko berbeda – beda. Ketepatan pemilihan yang sesuai dengan tujuan keuangan jadi kunci keberhasilan rencana investasi
  2. Melakukan diversifikasi. Tidak menyimpan semua uangnya pada satu tempat, namun menyebarkannya ke banyak instrumen, agar ketika yang satu rugi, masih ada yang lain.
  • Tidak Ada Jaminan Pemerintah

Jika Reksa dana rugi, maka kerugian tersebut harus ditanggung oleh nasabah. Tidak ada perlindungan dari pemerintah. Ini berbeda dengan tabungan dan deposito yang dijamin oleh pemerintah. Sehingga menaruh uang di tabungan tidak akan mungkin berkurang nilainya. Karena itu, Dengan ini kembali resiko ke dua ini ke poin #1 di atas, investor harus perlu memilih jenis reksa dana yang tepat dan melakukan diversifikasi investasi.

  • Tidak Ada Proteksi Jiwa

Bagaimana jika pencari nafkah kena musibah sehingga tidak bisa melanjutkan investasi di Reksa dana ? Investasi stop. Tidak ada pihak lain yang menggantikan dan melanjutkannya. Reksa dana tidak mempunyai proteksi asuransi karena ia murni investasi.

Ini sebuah resiko. Namun bisa dikelola dengan membeli asuransi jiwa sebagai proteksi. apabila investor kena musibah, masih ada uang dari asuransi untuk melanjutkan investasi. Apa asuransi yang perlu dibeli ? pihak kamu merekomendasikan Asuransi Jiwa Term-Life karena preminya murah dan nilai proteksinya besar. Untuk asuransi yang digabung dengan investasi, asuransi unit link, perlu diteliti dengan cermat, apakah itu cocok.

  • Harus Inisiatif Sendiri

Investasi di Reksa dana membutuhkan kedisplinan dalam menabung karena tidak ada pihak yang mengingatkan investor. Jika lupa, investor kehilangan momentum. Berbeda dengan asuransi yang nasabah harus membayar premi secara rutin. Di Reksa dana tidak ada kewajiban membayar secara rutin.