Pembengkakan pada kelenjar getah bening merupakan kondisi pada organ kelenjar getah bening yang membesar dikarenakan reaksi akan banyaknya imun yang digunakan untuk melawan zat berbahaya untuk kesehatan tubuh. Kelenjar getah bening berada di bagian belakang kepala, pangkal paha, belakang telinga, leher, dagu dan ketiak. Kelenjar membengkak dapat mengecil dan penyembuhannya membutuhkan waktu. Penyebab kelenjar getah bening akan dapat menyebabkan penyakit kronis dan memperparah kondisi tubuh. Faktor resiko terjadinya pembengkakan kelenjar getah bening yaitu penderita memiliki usia diatas 65 tahun, memiliki penyakit autoimmune, suka berganti pasangan seksual, kecanduan alkohol, mengidap diabetes dan memiliki penyakit HIV/AIDS.

Berikut adalah penyebab terjadi pembengkakan kelenjar getah bening diantaranya:

  • Infeksi telinga dapat terjadi jika saluran pernapasan atas mengalami infeksi, biasanya dialami oleh anak-anak dan orang dewasa, pembengkakan terjadi sekitar kepala dan leher.
  • Infeksi virus seperti flu penyebab influenza, herpes penyebab herpes oral dan herpes genital, rubella penyebab penyakit campak dan varicella zoster penyebab cacar air.
  • Infeksi bakteri seperti strep penyebab radang tenggorokan atau amandel, staph penyebab keracunan makanan, mycobacterium tuberculosis penyebab TBC.
  • Infeksi HIV/AIDS yang kadang tidak menimbulkan gejala dan jika mengalami pembengkakan pada bagian pangkal paha, leher dan ketiak maka akan menyebabkan rasa sakit kepala, lemas dan nyeri otot.

Selain itu, infeksi gigi terjadi karena abses gigi karena penumpukan nanah oleh bakteri. Mononukelosis merupakan kelenjar limfa pada bagian leher dan ketiak yang membengkak, biasanya virus menular melalui air liur sehingga membuat penderita menjadi demam, gatal-gatal, mimisan, hingga sesak napas. Infeksi kulit dengan munculnya ruam merah, terasa perih dan panas dan gatal-gatal, biasanya eksim yang terjadi pada bayi dan anak, abses kulit karena infeksi bakteri, kutu rambut dan dermatitis kontak. Radang tenggorokan dengan infeksi bakteri karena iritasi tenggorokan, cedera maupun amandel pada bagian leher maupun tenggorokan yang terjadi pembengkakan pada leher dan rahang.

Dalam keadaan parah dapat menyebabkannya terjadi kanker kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening non hodgkin merupakan kaner yang memberikan gejala seperti kelelahan berlebihan, anemia, sesak napas, penurunan berat badan, pembesaran kelenjar yang tidak dirasakan sakitnya, merasa cepat kenyang, demam dan berkeringat pada malam hari. Kelenjar getah bening hodgkin dengan gejala gatal-gatal, peningkatan sensitivitas terhadap efek alkohol atau terasa sakit ketika mengonsumsi alkohol, kehilangan selera makan, kelelahan berkelanjutan, demam dan penurunan berat badan.

Berikut adalah pantangan makanan untuk penderita kelenjar getah bening diantaranya:

  • Tidak dapat mengonsumsi makanan yang mengandung bahan pengawet atau makanan diawetkan.
  • Tidak mengonsumsi makanan mengandung karsinogen termasuk makanan yang dibakar penyebab kanker.
  • Tidak mengonsumsi makanan laut yang mengandung kandungan lemak penyebab kanker.
  • Tidak mengonsumsi sayur yang dapat menghambat kerjanya obat dan pemicu kanker seperti kangkung, tauge dan sawi putih.
  • Tidak mengonsumsi buah yang memiliki kandungan alkohol seperti durian, duku, kelengkeng, nanas dan nangka.
  • Tidak mengonsumsi minuman ringan pemicu kanker dan menjauhkan diri dari minuman beralkohol.

Beberapa beberapa penyebab kelenjar getah bening diatas dapat diatas dengan mengonsumsi bawang putih yang bersifat sebagai anti peradangan dan anti mikroba. Bayam merupakan sayuran anti inflamasi yang menghambat pertumbuhan kanker pada tubuh. Kunyit dapat mengurangi resiko kelenjar getah bening sebagai anti peradangan sehingga cocok untuk limfadenitis. Jahe dapat mematikan reproduksi kanker pada tubuh dan mengganggu perkembangan sel kanker. Biji rami dengan kandungan asam lemak omega 3 dan asam alfa linolenat baik untuk menjaga kesehatan tubuh.