Sejarah Berkembangnya Brand Sepatu Adidas yang Tidak Boleh Kamu Lewatkan!

  • 2 min read
  • Aug 17, 2021
Brand Sepatu Adidas

Siapa yang tidak kenal dengan sepatu Sepatu Adidas? Sepatu yang satu ini memang menjadi salah satu idola. Nah, brand Adidas sendiri dikenal sebagai Adidas AG. Brand yang satu ini termasuk sebagai perusahaan multinasional Jerman yang didirikan dan kantor pusatnya berlokasi di Herzogenaurach, Jerman. Produsen Sepatu Adidas ini berhasil mencatat sejarah sukses bukan hanya pada produk sepatu saja, melainkan juga pada pakaian dan aksesoris mereka. Bahkan, Adidas juga menjadi produsen pakaian olahraga terbesar di Eropa serta terbesar kedua di dunia. Adidas merupakan brand yang didirikan oleh Adolf “Adi” Dassler yang merupakan adik kandung dari Rudolf Dassler yang menjadi pendiri brand Puma. Lantas, seperti apa sejarah perusahaan ini? Simak penjelasannya pada ulasan berikut ini!

Brand Adidas yang didirikan oleh Adolf “Adi” Dassler pada awalnya bermula dari Adolf Dassler yang membuat sepatu di ruang cuci ibunya yang berlokasi di Herzogenaurach, Jerman. Pembuatan sepatu tersebut dilakukan setelah Perang Dunia I. Kemudian pada bulan Juli 1924, kakak laki-lakinya yang bernama Rudolf Dassler juga bergabung ke dalam bisnis yang memproduksi ini. Bisnis yang dijalankan kedua kakak beradik ini kemudian dikenal sebagai Dassler Brothers Pabrik Sepatu (Gebrüder Dassler Schuhfabrik). Sementara itu, Dassler sendiri membantu untuk mengembangkan sepatu lari yang berpaku alias spike sehingga sepatu tersebut dapat digunakan untuk pertandingan-pertandingan atletik. Kemudian, kedua Dassler bersaudara ini bergabung dengan NSDAP pada bulan Mei 1933 untuk menjadi anggota Korps Motor Sosialis Nasional. Selama berlangsungnya Perang Dunia II pada tahun 1939 hingga 1945, perusahaan tersebut menjadi produsen sepatu olahraga terakhir yang memasok sepatu ke Wehrmacht. Sayangnya, pada tahun 1943 produksi sepatu tersebut harus dihentikan, sementara tenaga kerja perusahaan dialihkan untuk proses pembuatan senjata anti tank.

Pabrik Dassler pun dialihkan untuk membuat senjata anti tank selama Perang Dunia II. Pabrik ini hampir saja dihancurkan oleh pasukan dari Amerika Serikat pada tahun 1945. Untuknya, istri Adolf Dassler berhasil meyakinkan bahwa perusahaan hanya berminat untuk memproduksi sepatu olahraga. Pasukan Amerika tersebut kemudian menjadi pelanggan utama dari sepatu Dassler bersaudara ini. Sayangnya, Rudolf menganggap bahwa Adolf melaporkannya sebagai mata-mata sehingga Rudolf akhirnya menjadi tawanan tentara Inggris. Keduanya kemudian memutuskan untuk berpisah pada tahun 1948. Kemudian, Adolf Dassler mendirikan Adidas.

Pada 18 Agustus 1949, Adolf ‘Adi’ Dassler memulai bisnisnya kembali pada saat ia berusia 49 tahun. Ia kemudian mendaftarkan merek bisnisnya ‘Adi Dassler Adidas Sportschuhfabrik.’ Adolf Dassler pada waktu itu bekerja sama dengan 47 pegawai di kota kecil bernama Herzogenaurach. Kemudian pada hari yang sama, ia pun mendaftarkan Sepatu Adidas serta menyertakan motif Adidas yang berupa 3 stripes. Desain inilah yang hingga saat ini juga menjadi identitas Adidas. Untuk melakukan pemasaran, design tersebut digunakan pada pakaian maupun sepatu.

Kemudian, Adidas sempat mengalami masa-masa sulit ketika keluarga Dassler tidak lagi menangani perusahaan. Kepemimpinan mengalami pergantian sehingga kemudian muncul juga keputusan yang kurang tepat yang akhirnya menyebabkan kerugian besar pada tahun 1992. Namun, CEO Adidas saat itu, yakni Robert Louis Dreyfus dan koleganya, yakni Christian Tourres meyakini bahwa Adidas membutuhkan arahan baru. Hal inilah yang membuat mereka yakin bahwa perusahaan harus mengubah fokusnya. Jika dahulu Adidas berfokus pada perusahaan, maka kini saatnya Adidas berusaha untuk berfokus pada pemasaran sehingga dapat mengembalikan perkembangan pesat dalam sejarah Adidas.