Ternyata Ini Alasan Kenapa Sabun Lebih Efektif Membunuh Virus Corona Dibandingkan Handsanitizer

  • 2 min read
  • Apr 14, 2020
Virus Corona

Penyebaran virus corona yang sampai saat ini belum terhenti, membuat banyak orang cukup dibuat panik dan khawatir. Karena memang setiap orang memiliki peluang untuk bisa terkena virus ini kapan saja. Mengingat memang virus ini bisa menyerang siapa saja tak perduli jenis kelamin dan usia seseorang. Penyebarannya yang cukup mudah, membuat virus ini dengan cepat merambah ke berbagai daerah di Indonesia. Berbagai kasus baru setiap hari hampir selalu bertambah, mulai dari yang positif terinfeksi hingga yang dinyatakan sembuh dan meninggal dunia.

Update informasi mengenai kasus corona ini sedikit banyak pastinya membuat kita harus lebih waspada dalam menjaga diri sendiri maupun orang-orang terdekat agar tidak ikut tertular dari penyebaran infeksi coronavirus ini. Karena memang pada beberapa kasus, jika terinfeksi virus dan menunjukkan gejala yang berat akan beresiko mengalami komplikasi serius yang bisa menyebabkan kematian. Terutama jika penderita yang terinfeksi adalah mereka yang memiliki daya tahan tubuh rendah, seperti lansia dan seseorang dengan riwayat tertentu (penyakit jantung, penyakit diabetes, penyakit gangguan pernapasan, dll).

Salah satu upaya pencegahan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan di kondisi pandemi corona ini adalah dengan sering-sering mencuci tangan dengan air dan sabun atau menggunakan handsanitizer. Baik menggunakan sabun maupun handsanitizer sangat dianjurkan lantaran efektif dalam mencegah virus corona. Namun dibandingkan dengan handsanitizer, penggunaan sabun dinilai lebih efektif. Alasannya karena berbagai hal berikut ini:

  • Kandungan bahan pada sabun lebih ampuh untuk mengusir bakteri dan virus.

Pada sabun antibakteri yang dijual di pasaran umumnya sudah mengandung triclosan atau triclocarbon yang dipercaya berguna untuk mengusir bakteri dan virus dan bakteri yang menempel pada kulit. Sehingga Anda bisa menggunakan sabun antibakteri sebagai salah satu upaya pencegahan corona. Selain sabun antibakteri, jenis sabun biasa yang dijual di pasaran pun juga sudah efektif untuk menghilangkan bakteri dan virus dari kulit. Perbedaan keduanya hanya terletak pada kandungan triclosan saja. Dimana pada sabun antibakteri yang notabene mengandung triclosan biasanya cenderung menyebabkan kulit lebih kering ketika digunakan dan rentan mengalami alergi aray dermatitis kontak iritan. Namun tidak demikian dengan sabun biasa yang lebih jarang menimbulkan efek samping pada kulit. Agar bakteri dan virus yang menempel pada tangan bisa hilang sempurna, pastikan mencuci tangan dengan benar.

  • Lebih mudah menjangkau sela-sela bagian kulit dengan maksimal.

Menggunakan air mengalir dan sabun untuk menghilangkan bakteri dan virus yang menempel di tangan dinilai lebih efektif karena lebih mudah menjangkau seluruh sela-sela bagian kulit. Berbeda dengan penggunaan handsanitizer yang memungkinkan ada bagian sela-sela kulit yang terlewat meskipun sudah di gosok-gosok. Sehingga selama lingkungan Anda masih mudah untuk menemukan air bersih mengalir dan sabun, lebih baik mencuci tangan dibandingkan dengan menggunakan handsanitizer.

  • Handsanitizer tidak mampu membunuh semua kuman yang menempel di tangan.

Hal ini bisa terjadi lantaran ada virus tertentu yang tidak kebal jika dibunuh hanya dengan menggunakan handsanitizer, seperti norovirus yang menyebabkan jenis diare tertentu. Selain itu juga tidak bisa melindungi dari beberapa jenis bakteri tertentu yang disebut dengan C.difficile penyebab diare karena penggunaan antibiotic yang berlebihan. Maka dari itu, selagi bisa mencuci tangan dengan air bersih mengalir dan sabun akan lebih disarankan. Baru ketika keadaan darurat tertentu bisa menggunakan handsanitizer.

Itu tadi beberapa alasan kenapa sabun lebih ampuh dalam membunuh virus corona dibandingkan dengan handsanitizer. Bagi Anda yang ingin mengetahui berbagai informasi tentang corona atau ingin berkonsultasi dengan dokter yang sudah terpercaya, bisa mengunjungi situs ataupun aplikasi Halodoc.